Tutor Sebaya dalam Aktivitas Pengaderan
Peer to peer learning atau tutor sebaya, secara ringkas dan sederhana, dapat diartikan sebagai pengajaran dari seorang teman kepada teman lainnya. Teman yang mengajar umumnya sudah memahami materi pelajaran. Sementara teman yang diajar masih butuh bantuan.
Biasanya tutor sebaya dijalankan seorang guru saat satu kelas terdiri dari beragam murid. Sebagian murid berada di kualifikasi kognitif sangat bagus. Sedangkan murid lainnya memiliki kualifikasi kognitif yang berbeda.
Situasi lainnya adalah ketuntasan. Murid yang sudah tuntas mengerjakan suatu kegiatan belajar bisa diminta untuk membantu temannya dalam menuntaskan kegiatan belajar yang sama. Sehingga murid-murid di kelas tersebut dapat selesai bersama-sama, tidak ada yang tertinggal.
Banyak keunggulan tutor sebaya. Salah satunya agar terjadi interaksi positif antarmurid. Selain itu pusat aktivitas belajar tidak lagi berada pada sosok guru, tapi menyebar. Semoga terbentuk mindset di benak murid bahwa sumber belajar ada dimana-mana, belajar bisa kapan saja.
Adapun catatan yang menyertainya antara lain proporsionalitas beban tutor. Jangan sampai sang tutor dibebankan terlalu banyak harapan. Sang tutor hanya membantu. Beban utama tetap ada di pundak guru.
Seiring dengan pesatnya perkembangan pengetahuan, tutor sebaya semakin banyak digunakan di luar kelas. Aktivitas di masyarakat, sebagiannya, tidak lepas dari tutor sebaya. Antarkomunitas saling kunjung kemudian bertukar pengetahuan.
Dalam konteks pengaderan organisasi, tutor sebaya juga menarik untuk dilaksanakan. Coach/instruktur tidak selalu turun tangan langsung dalam aktivitas pengaderan, cukup satu kader ditugaskan untuk mendampingi kader lainnya. Coach/instruktur lebih banyak mengamati dan mereviu proses yang berjalan.
Sebagaimana praktik di kelas, tutor sebaya di aktivitas pengaderan berpeluang mengantarkan banyak kebaikan. Salah satunya komunikasi yang intensif dan interaktif. Dekatnya usia dan konteks kehidupan sehari-hari memudahkan koneksi antara tutor dengan kader. Semoga proses pengaderan dapat lebih efektif.
Kebaikan lainnya adalah cukupnya media latihan bagi tutor untuk menjadi coach/instruktur yang sebenarnya. Dengan pengalaman yang kaya disertai pendampingan penanggung jawab utama, semoga sang tutor memiliki perbaikan kapasitas berkelanjutan. Sehingga ia semakin siap memikul amanah sebagai coach/instruktur. Ia sudah sangat matang ketika amanah itu datang.
Dengan demikian semoga pengaderan di organisasi terus berjalan. Ada semacam rantai yang saling berkait antarkader, senior ke yunior. Sehingga organisasi terus memiliki pengelola dan pendukung. Organisasi senantiasa hidup sekaligus kontributif.
Satu kebaikan lain yang sangat penting adalah tumbuh suburnya budaya belajar seiring kuatnya aktivitas pengaderan. Sehingga informasi yang kaya dari dalam dan luar organisasi bisa diserap sebanyak mungkin, lalu direkonstruksi secara relevan sesuai situasi mutakhir organisasi. Semoga dinamika organisasi berlangsung baik, memacu perbaikan organisasi secara mendasar sekaligus menyeluruh.
Banyak praktik tutor sebaya dalam aktivitas pengaderan. Misalkan pengajaran Al-Qur'an. Satu tutor mengajari teman sebayanya dalam satu halaqah (lingkar belajar).
Misal lainnya adalah berbagi pengalaman menyelesaikan tugas. Kader yang sudah selesai dapat menceritakan pengalamannya kepada kader lain yang baru akan menjalani tugas. Sehingga berikutnya, persiapan sebelum tugas semakin matang. Diharapkan hasil tugas nanti akan sangat baik.
Misal yang juga bisa disebutkan adalah saling reviu rancangan kegiatan. Satu kader mereviu rancangan tugas kader lainnya. Miliknya juga sama, mendapat reviu dari sesama kader. Semoga terjadi peningkatan kualitas rancangan tugas. Pada akhirnya organisasi memiliki aktivitas yang semakin mantap.
Sebagai awalan aktivitas tutor sebaya, sosok coach/instruktur yang berwawasan luas dan lapang dada merupakan prasyarat yang sulit ditawar. Kehadirannya diharapkan mampu mengorkestrasi interaksi antarkader. Sehingga komunikasi tercipta dengan nyaman. Tutor dan kader-kader yang diajar merasakan situasi saling dukung satu sama lain.
Coach/instruktur juga diharapkan mampu mendampingi up-grading kualitas tutor. Berbagai sisi positif tutor diapresiasi dan diafirmasi. Sisi lainnya yang masih lemah dikuatkan secara berkesinambungan.
Sebagai penutup, tutor sebaya banyak dipraktikkan oleh Baginda Rasulullah shallallah 'alaih wa sallam. Merekomendasikan beberapa sahabat sebagai pengajar Al-Qur'an merupakan satu contoh. Semoga semakin kuat keinginan organisasi untuk mengimplementasikan tutor sebaya di berbagai aktivitas pengaderannya.
Wallah a'lam.
Fu'ad Fahrudin



Post a Comment