Header Ads

KAJIAN PENDIDIKAN ISLAM " Menjadi Guru Peradaban, Menjawab Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital "


Kampus Madya Al-Kahfi Hidayatullah Surakarta pada tanggal 15 Rabiul Akhir 1448 H/26 September 2026 M) Menyelenggarakan kegiatan Halaqah Gabungan dan Pembinaan SDI bertempat di Aula utama PPTQ Nurul Iman Karanganyar. 

Pembinaan SDI ini dilaksanakan rutin setiap bulan oleh Yayasan Al-Kahfi Hidayatullah Surakarta. Pada bulan September ini Kajian Pendidikan Islam bersama Ustadz Muhammad Fauzil Adhim dengan mengusung tema "Menjadi Guru Peradaban, Menjawab Tantangan Pendidikan Islam di Era Digital. 

Dalam sambutanya Dr. Muhammad Nur Islam selaku Ketua Yayasan, memberikan pengantar bahwa tantangan era digital yang ditandai dengan _landscape_ dunia yang serba cepat, mudah dan bebas. Murid kita saat ini banyak mendapatkan informasi namun lemah secara interaksi. Perlu kesiapan dari Guru-guru Peradaban untuk menjawab tantangan zaman secara _adaptif_. Guru jangan dipersempit oleh anggapan bahwa yang melaksanakan tugas mengajar di Kelas saja, namun pelaksana amanah di semua lini di Yayasan Al-Kahfi Hidayatullah Surakarta ini semua sesungguhnya berperan sebagai Guru Peradaban.

Ustadz Fauzil Adhim menyampaikan dalam materi Kajian bahwa tantangan Peradaban yang dihadapi setiap zaman  tidaklah berbeda secara esensi yakni menjauhkan manusia dari nilai fitrah manusia. Beliau mengutip Ayat Al Qur'an:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (الروم: 30)

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah); (tetap-lah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Q.S. al-Rum [30]: 30).

Fitrah agama yang lurus ini harus terus dijaga secara Istiqomah sekalipun dalam menjalaninya dengan resiko kebencian bahkan bagi orang yang menjalaninya. Kesabaran berjalan diatas jalan kebenaranlah merupakan ujian yang harus dihadapi. 

Beliau  juga menyampaikan dalam,  satu sesi tanya jawab pentingnya kita memiliki _himmah_ dalam menetapi mujahadah misi membangun Peradaban Islam ini, disiplin dalam isilah, disiplin dalam menyandarkan dalil hukum Syara' terhadap Al Qur'an dan Sunnah dengan keilmuan yang terbimbing/ _'ala sabiili annajah_. 

Kegiatan Kajian Pendidikan Islam berjalan lancar, di jeda   materi diselingi   sosialisasi Hi-Trave kepada seluruh Kader Hidayatullah Surakarta, dan Karanganyar oleh Ustadz Makruf selalu Perwakilan Hi-Trave Wilayah DIY-Jateng Bagian Selatan. 

Alhamdulillaah, semoga Allah  mengkaruniakan limpahan rahmat-Nya bagi semua yang terlibat dalam acara ini, diberi petunjuk dan kemampuan untuk tetap menjadi Guru Peradaban, menjadi suluh yang menerangi jalan kegelapan, menyiapkan generasi Peradaban Islam.

Diberdayakan oleh Blogger.