Mendampingi Anak untuk Mendefinisikan Suksesnya Sendiri
Salah satu godaan sekaligus cobaan orangtua adalah memberikan definisi sukses untuk anaknya. Tak ada dialog. Tak ada penjelasan mengapa. Anak hanya menerima definisi sukses tersebut.
Alhasil dimungkinkan terjadi beberapa kemungkinan. Pertama, anak akan taat penuh terhadap definisi sukses yang diberikan sang orangtua. Kedua, sebaliknya, anak tidak akan taat. Selain itu anak tidak memiliki sedikitpun keinginan untuk bincang dengan sang orangtua. Komunikasi tentang definisi sukses benar-benar ditutup oleh anak.
Masih ada kemungkinan ketiga, anak mencoba menggali kepada orangtua perihal definisi sukses yang diberikan orangtua. Di satu sisi, anak penasaran. Di sisi lain, anak tahu bahwa proses menggali ini bukanlah sesuatu yang mudah. Titik tengah coba ditempuhnya, bertanya sehati-hati serta selembut mungkin.
Semoga dengan ikhtiar yang telah dilakukannya, sang orangtua berkenan menguraikan definisi sukses yang telah ditetapkan. Apa landasan dan kemana orientasinya, semua disampaikan secara detail dan jelas oleh sang orangtua. Sehingga kemudian anak bisa mengambil sikap terkait definisi sukses: Menaati, memodifikasi, atau menyusun sendiri.
Anak tipe ketiga ini mahal. Karena ia menghormati sang orangtua di satu sisi. Akan tetapi di sisi lain ia berupaya menghargai dirinya sendiri, dengan memuaskan dahaga pikirannya. Ia tidak mau mengabaikan salah satu sisi. Menurutnya kedua sisi tidaklah bertentangan namun justru bisa saling melengkapi.
Dengan memahami pikiran sang orangtua, anak dapat mengambil kerangka berpikir sang orangtua. Selanjutnya kerangka berpikir ini dipadukan dengan kerangka berpikir para ahli. Setelah terbangun kerangka berpikir baru, ia pun menyusun definisi suksesnya sendiri. Lalu ia membangun perencanaan suksesnya secara mandiri.
Anak tipe ketiga ini, yang mahal ini, semoga menginspirasi setiap orangtua untuk terbiasa mendampingi anak dalam mendefinisikan sukses. Dunia terus berputar. Zaman berganti. Gambaran masa depan begitu disruptif. Para orangtua sangat mungkin kesulitan membuat definisi sukses masa depan berbekal perspektifnya saja.
Lebih elegan dan relevan untuk orangtua dan anak belajar bersama, menggali bersama, tentang definisi sukses terbaik untuk anak. Bagaimana pendapat para ahli, seperti apa aneka prediksi futuristik, serta bidang mana yang paling membuat anak betah beraktivitas, tiga poin tersebut diurai. Perlahan tidak masalah, insya Allah lama-kelamaan akan terbentuk gambaran jelas.
Semoga dengan kerjasama orangtua-anak ini, semangat sekaligus fleksibilitas gerak orangtua dan anak tercipta. Kerjasama di antara keduanya terjalin. Komunikasi relatif lebih lancar.
Satu hal lagi, dan mungkin ini paling penting, anak berkecenderungan lebih siap menanggung perihnya meraih sukses masa depan. Dalam pikirannya, dirinyalah sang perumus definisi sukses. Maka apapun yang terjadi, orangtua tidak akan disalahkan. Ia juga tidak menyalahkan dirinya sendiri. Satu kalimat saja dalam benaknya: Terus berikhtiar hingga sukses di tangan.
Wallah a'lam.


Post a Comment