Header Ads

Mencegah Rasa Hampa di Usia Tua

Salah satu tantangan di usia tua adalah kesendirian. Tak ada orang yang menemani. Semua keluarga jauh. Mungkin ada keluarga yang dekat, tapi sibuk, sehingga sulit untuk berkunjung.


Akan tetapi kesendirian bukan satu-satunya tantangan di usia tua. Ada satu tantangan yang lebih berat: Kehampaan.

Kesendirian lebih banyak tentang keberadaan badani. Tidak ada orang yang menemani aktivitas sehari-hari. Meskipun demikian bisa jadi aktivitas berjalan lancar. Fisik sehat dan mental kuat. Komunikasi dengan tetangga berjalan lancar, begitu pula dengan keluarga yang jauh walau lewat gawai.

Sedikit berbeda dengan kesendirian, kehampaan lebih banyak berhubungan dengan suasana batin yang terasa tidak nyambung dengan orang lain. Tidak hanya tetangga, bahkan dengan anggota keluarga serumahpun rasa nyambung itu tiada. Bincang satu dua kata saja, selesai. Setelah itu, semuanya terdiam, larut dengan aktivitas dengan aktivitas masing-masing.

Sebenarnya kesendirian dan kehampaan bisa terjadi kepada siapa saja, tidak khusus orang yang sudah tua. Akan tetapi anak-anak, remaja, dan dewasa lebih memiliki peluang untuk banyak berinteraksi dengan orang seusia mereka. Badan mereka masih kuat, apa-apa bisa dilakukan mandiri. Kognisi mereka prima, komunikasi banyak nyambung-nya. Sehingga peluang mereka merasa sendiri dan hampa tidak sebesar pada orang yang sudah tua.

Ya, benar, secara implisit dapat dipahami bahwa badan sehat dan kognisi prima itu dua kunci agar orang yang sudah tua bisa tetap baik di masa tuanya. Ia bisa beraktivitas mandiri, sekaligus nyambung dengan anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Apabila ia hidup sendiri, segala kebutuhannya dapat terpenuhi mandiri. Saat  hidup bersama keluarga, ia bisa terus berkontribusi. 

Lebih jauh ada satu perihal yang penting untuk diingat oleh siapapun, yakni senantiasa berusaha tidak menyakiti orang lain. Mungkin saat masih kuat, seseorang disegani. Ia masih dikelilingi orang lain yang butuh bantuannya. Akan tetapi saat sudah melemah dan tidak lagi memiliki apapun, kemungkinan besar ia dijauhi. Kesendirian dan kehampaan akhirnya terasakan olehnya. Betapa hidupnya kini terlunta-lunta.

Teringatlah sebuah hadits ringkas riwayat Tirmidzi, "Ingatlah Allah di kala lapang, maka Allah akan mengingatmu di kala kamu susah.

Allah ta'ala tidak butuh siapapun. Dia mengirimkan pesan, salah satunya, jagalah diri saat kuat untuk tidak menyakiti orang lain. Agar orang lain tidak punya alasan menyakiti di keesokan hari, di saat diri sudah sangat lemah.

Wallah a'lam.

Diberdayakan oleh Blogger.