Khutbah Idul Adha 1447 H: Istiqomah di Situasi Ekonomi Yang Sulit
السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته.
Jamaah
Shalat Idul Adha Hafizhakumullah.
Alhamdulillah kita dikumpulkan Allah ta’ala pagi ini dalam kondisi sehat. Semoga kesyukuran senantiasa kita panjatkan kepada-Nya. Lalu Allah ta’ala membalas kesyukuran kita dengan memberikan lebih banyak kebaikan, salah satunya menyuburkan takwa dalam diri kita.
Dengan takwa tersebut, semoga kita terus mampu berbuat baik di berbagai kondisi. Apabila dulu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan keluarga diuji dengan satu rangkaian ujian, begitu juga Rasulullah Muhammad shallallah ‘alaih wa sallam dan keluarga diuji dengan satu rangkaian ujian, kita pula akan diuji dengan rangkaian ujian.
Salah satu ujian kita saat ini sebagai bagian dari masyarakat Indonesia adalah beratnya situasi ekonomi. Dolar telah menyentuh angka tujuh belas ribu sekian rupiah, mendekati delapan belas ribu rupiah. Sebelumnya, seiring gejolak di Selat Hurmuz, harga minyak dunia dan BBM meningkat.
Dengan beratnya situasi ekonomi saat ini, sebagian orang menahan uangnya. Apalagi, terbaru, ada kebijakan kenaikan suku bunga pasca kenaikan dolar. Kebijakan ini menstimulus masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank, akibatnya uang tidak terbelanjakan semakin banyak. Daya beli menurun.
Akibat berikutnya aktivitas ekonomi semakin lesu. Transaksi ekonomi melemah. Bayangan pemutusan hubungan kerja menghantui. Keresahan merebak luas.
Di situasi ekonomi seperti ini, apabila di antara kita masih istiqomah beramal shaleh terutama berinfak dan berkurban, maka hampir dapat dipastikan ada takwa dalam diri kita. Karena salah satu ciri takwa adalah berinfak di saat senang dan susah.
Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 134, “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (harta mereka), baik di waktu lapang maupun sempit; dan orang-orang yang menahan amarah mereka, dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Kepada mereka yang istiqomah berinfak dan berkurban, kita doakan semoga Allah ta’ala senantiasa berikan banyak kebaikan. Kesehatan, ekonomi, dan keharmonisan keluarga senantiasa menyelimuti. Amin.
Kepada mereka yang ujiannya, ekonomi ataupun lainnya, kita doakan semoga Allah ta’ala berikan kelapangan lahir dan batin. Rintihannya didengar oleh Allah ta’ala, serta solusi diberikan-Nya segera. Semoga teman-teman baik senantiasa mendampingi melewati masa-masa sulit ini.
Terakhir, kepada diri kita sendiiri, marilah kita berikan banyak penguatan. Kita apresiasi diri kita yang telah kuat sejauh ini. Kita apresiasi pula keluarga kita yang telah mendukung dalam kebaikan. Bentuk apresiasinya adalah doa, semoga kebaikan dunia dan akhirat senantiasa turun. Sehingga tidak ada ujian yang terasa berat. Sebaliknya ketenangan dan kebahagiaan terus menyelimuti. Prestasi lebih mudah diraih.
Tidak ada depresi. Tidak ada tekanan jiwa. Tidak ada keinginan melukai diri sendiri, bahkan bunuh diri. Na’udzubillah min dzalik.
Terakhir marilah kita tutup pertemuan kita ini dengan doa, khususnya semoga teladan orang-orang shalih terdahulu, utamanya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Rasulullah Muhammad shallallah ‘alaih wa sallam selalu hidup dalam diri kita. Sehingga kita bisa menjalani hidup ini dengan berkualitas. Spiritual mantap. Emosi kuat. Kognisi hebat. Prestasi meningkat.
إن الله وملئكته يصلون على النبي يأيها الذين آمنوا صلوا
عليه وسلموا تسليما.
ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين.
Post a Comment