Menjaga Layanan Daycare Yang Aman dan Nyaman di Masyarakat
Salah satu layanan pendidikan masyarakat yang menjamur beberapa tahun ini adalah daycare. Bapak dan ibu yang sama-sama bekerja merupakan faktor dominan yang menyuburkan pertambahan jumlah daycare. Oleh karena itu, wajar jika kebanyakan daycare menyasar keluarga ekonomi menengah ke atas.
Satu penekanan yang penting untuk diperhatikan orangtua adalah motivasi: Mengapa orangtua melibatkan daycare dalam kepengasuhan anak?
Hal ini dikarenakan motivasi membentuk pola pikir dan perilaku orangtua kepada anak, terutama berkaitan dengan daycare. Apabila motivasi orangtua lebih banyak karena tidak ingin repot, maka daycare lebih dianggap sebagai penitipan. Beberapa detail penting terkait daycare tidak begitu diperhatikan.
Sedangkan orangtua yang termotivasi dengan daycare sebagai tempat belajar, maka berbagai detail akan diamati. Informasi akan digali secara mendalam. Harapannya diketahui profil pengasuhnya dan seberapa sah legalitasnya.
Saat sang buah hati telah beraktivitas di daycare, orangtua tidak lepas tangan begitu saja. Bahkan ayah dan bunda akan meningkatkan kerjasama dalam mengasuh sang buah hati si rumah. Ayah dan bunda juga mengatur strategi agar komunikasi orangtua dengan pengasuh daycare dapat berjalan intensif. Mungkin bunda yang lebih banyak berinteraksi dengan pengasuh daycare. Akan tetapi keduanya aktif mengikuti tahap perkembangan sang buah hati.
Orangtua yang cerdas dan perhatian seperti itu akan mendorong tumbuhnya daycare yang berkualitas. Daycare abal-abal akan diabaikan. Apalagi daycare-nya terlihat kumuh.
Pertanyaan yang kemudian muncul, seberapa banyak orangtua yang cerdas dan perhatian? Jawabannya mungkin debatable.
Peran Edukasi Pemerintah
Satu poin yang perlu digarisbawahi adalah pentingnya peran pemerintah dalam mengedukasi orangtua terkait pengasuhan anak berkualitas. Orientasinya tidak sekedar memenuhi kebutuhan fisik anak, lebih dari itu kebutuhan batinnya. Pengelolaannya memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak.
Jauh lebih baik apabila pemerintah juga mengedukasi tentang daycare berstandar baik. Orangtua tidak dibiarkan memilih tanpa panduan. Bagaimanapun pendidikan usia batita sangat penting bagi tumbuh kembang berikutnya.
Peran Pengawasan Pemerintah
Selain edukasi, pemerintah juga perlu melakukan pengawasan serta pembinaan kepada daycare yang ada. Apabila terlihat kekurangan yang memudahkan terjadinya insiden pada anak, teguran bahkan sanksi tegas harus ditegakkan. Apalagi jika terindikasi terjadinya kekerasan pada anak.
Hal ini sebagaimana terjadi di Jogjakarta. Akhir pekan lalu sebuah daycare (24/4) ditutup atas dugaan terjadinya kekerasan pada anak yang mayoritasnya batita. Kejadian ini sangat menyakitkan hati. Anak-anak yang sedang memasuki masa emas tumbuh kembangnya diperlakukan sedemikian rupa.
Penutupan ini dilakukan bukan tanpa bukti yang mendahului. Rekaman video menunjukkan terjadinya kekerasan pada 53 orang anak. 13 orang telah diamankan.
Tentu campur aduk dirasakan oleh orangtua yang telah mempercayakan buah hatinya kepada daycare tersebut. Mereka tidak mengira buah hati mereka diperlakukan seperti itu. Alih-alih mengasuh dengan kasih sayang, para pengasuh malah melakukan tindakan yang jauh dari kemanusiaan.
Pemerintah, dalam hal ini DP3AP2 DIY dan DP3AP2KB Kota Yogyakarta, berjanji akan melakukan pendampingan kepada para korban. Agar trauma tidak merenggut masa depan. Walaupun waktu pemulihan tidak sebentar.
Anak Sebagai Pelanjut
Sebagai penutup, hendaklah satu mindset ditumbuhkan, yakni anak bukan sekedar pelanjut orangtua bahkan pelanjut peradaban. Saat doa dan kasih sayang dicurahkan kepada mereka, semoga peradaban ke depan penuh dengan simpati dan sinergi. Hidup dipenuhi dengan kesiapan saling berbagi, tanpa sedikitpun ada benci.
Wallah a'lam.
Fu'ad F

Post a Comment