Meningkatkan Kualitas Layanan Kereta Api dengan Kamar Mandi sesuai Kebutuhan Moslem Traveler
Kereta api di Indonesia, terutama pulau Jawa, terus dikembangkan. Teknologinya semakin canggih. Sistem pelayanan konsumennya terus mengarah ke friendly user. Sementara pembagian kelasnya relatif lebih beragam.
Kesemua itu mewujud, salah satunya, pada interior gerbong kereta api jarak jauh. Berbagai macam interiornya sekarang ini. Sebagiannya terhitung masih gaya lama, sebagiannya baru.
Nah ada satu titik di gerbong yang menarik untuk diamati. Apa itu? Kamar mandi.
Variasinya agak sulit dibuat dalam klasifikasi. Misalkan kereta api kelas ekonomi subsidi, ada rangkaian gerbong kelas ini yang punya kamar mandi representatif. Luasannya memadai, airnya lancar, dan pencahayaan terang.
Sementara itu ada rangkaian gerbong kelas ekonomi premium, lebih atas ketimbang kelas ekonomi subsidi, yang kamar mandinya sempit. Saat seseorang masuk, kakinya akan menyentuh toilet duduk serta pintu kamar mandi. Akibatnya keluar dari kamar mandi, pakaiannya dimungkinkan tidak suci lagi.
Ada juga satu rangkaian gerbong kelas ekonomi new generation dengan kamar mandi 'ramah wudhu'. Indikatornya ada kran khusus untuk cuci kaki, selain luasan yang memadai dan pencahayaannya yang terang. Sehingga seseorang yang ingin wudhu, kemungkinan lebih sempurna wudhunya.
Dengan keragaman variasi kamar mandi seperti itu, tentu harapan seorang moslem traveler adalah standardisasi kamar mandi gerbong kereta api berbasis tuntunan Islam. Sebagaimana telah disampaikan, minimal tiga standar terpenuhi: Luasan yang memadai, air yang lancar, serta pencahayaan yang terang.
Standardisasi kamar mandi gerbong kereta seperti ini akan lebih memudahkan seorang moslem traveler untuk memilih kereta yang mana saja, alias tidak menghindari kereta tertentu dengan alasan penjagaan kesucian di kamar mandi. Sehingga semoga semua kereta api diminati. Terjadi peningkatan keuntungan finansial pada akhirnya.
Bagi penumpang kereta yang plural, kamar mandi berstandar Islam tidak merugikan sama sekali. Bahkan standar ini melebihi standar kesehatan sebagaimana ditetapkan secara global. Siapapun, dari latar belakang manapun, akan mendapatkan higienitas yang baik.
Adanya kamar mandi 'ramah wudhu' di kereta api menunjukkan pengetahuan yang cukup tentang kamar mandi berstandar Islam. Semoga pengetahuan ini bisa didesiminasi ke semua kereta. Tentu pentahapan diperlukan.
Sebagai penutup, kereta api di Indonesia telah jauh lebih baik. Peningkatan kualitas kamar mandi semoga menjadi nilai lebih berikutnya. Perjalanan semakin menyenangkan.
Semoga moda transportasi lainnya juga semakin terinspirasi untuk menjadikan standar Islami dalam layanan-layanannya.
Wallah a'lam.
Fu'ad F

Post a Comment