Konsultasi kepada Allah
Saat hidup lapang, mari konsultasi kepada Allah ta'ala, tentang apa yang sebaiknya dilakukan dengan kebaikan yang dirasakan. Demikian pula saat hidup sempit, mari lakukan hal yang sama: Konsultasi.
Wasilah (sarana) utamanya adalah shalat, khususnya saat sujud. Dalam hati sampaikanlah apa yang dirasakan dan dipikirkan. Setelah itu mohonlah petunjuk, baiknya ke depan seperti apa.
Setelah salam, lakukan hal yang sama. Sampaikan kembali kepada-Nya. Lalu berdoalah sungguh-sungguh, semoga bantuannya turun segera.
Setelah sesi konsultasi kepada-Nya selesai, lakukan aktivitas. Sesederhana apapun, aktivitas itu semoga jadi awalan untuk terus bergerak. Hingga pada akhirnya solusi diketemukan.
Dalam seluruh rangkaian tersebut, stabilitas pikiran dan emosi merupakan dua hal yang perlu dijaga. Tidak mudah memang tapi harus diupayakan agar keterhubungan terjadi, kepada Allah ta'ala dan juga sesama manusia. Apabila gagal di satu kesempatan, pikiran dan emosi seperti diaduk-aduk, perbanyaklah istighfar. Lalu perbaiki di lain kesempatan.
Terbukalah untuk mendapat masukan atas semua kekurangan yang ada. Posisikan diri sebagai pembelajar. Apa yang didengar, dipahami, dan dinilai baik, semua itu dilaksanakan kemudian.
Hindari berpikir aneh-aneh alias ruwet, apalagi mengutuk diri sendiri, "Kok aku banyak banget kekurangannya? Kapan aku bisa baik?"
Karena setiap orang punya kekurangan. Hanya saja sebagian orang lebih sibuk memperbaiki kekurangan diri mereka ketimbang keluh kesah. Bagi mereka, keluh kesah itu membuang waktu.
Selain itu, sebaik apapun, seseorang tidak akan bisa dianggap baik seratus persen. Selalu ada kekurangan dirinya yang terlihat oleh orang lain. Sehingga bagusnya seseorang fokus berbuat baik saja.
Orang lain yang dimaksud bukan berarti mereka yang jauh. Pasangan, anak, saudara, dan orangtua termasuk orang lain tersebut. Dengan mudah mereka akan menemukan kekurangan seseorang yang sehari-hari di dekat mereka. Meskipun tidak berarti kasih sayang akan terkikis karena kekurangan tersebut.
Teruslah tenang. Susunlah berbagai rencana untuk aktivitas-aktivitas penuh kebaikan. Setiap shalat, konsultasikan terus kepada Allah ta'ala. Insya Allah kebuntuan akan berganti jalan lapang.
Sebagai pelengkap, duduklah bersama Al-Qur'an. Simak pula penjelasan ahli agama. Agar akal semakin terasah dan hati semakin jernih. Keduanya modal untuk segera mendapat jawaban pasca konsultasi kepada-Nya.
Wallah a'lam.

Post a Comment