Header Ads

Menyadari Kecepatan Arus Waktu

Terkadang seseorang tidak sadar bahwa sudah cukup lama sebuah kejadian berlalu. Dikiranya tahun lalu, ternyata suatu kejadian telah berlalu lima tahun lalu. Awalnya ia tidak percaya. Akan tetapi setelah mengingat-ingat kembali, disertai dengan melihat dokumen yang memadai, akhirnya ia yakin bahwa kejadiannya memang telah berlalu lebih lama dari dugaan awalnya.


Kesalahdugaan waktu memang tidak terasa. Semuanya seakan tiba-tiba. Seibarat seseorang menggunakan kendaraan yang cepat, dalam sekejap mata, tujuan telah dicapai.

Lalu, apa pelajaran pentingnya?

Pertama, seseorang diharapkan menyimpan dokumen-dokumen yang memadai sebagai pengingat. Agar ia yakin kapan sesuatu terjadi, sehingga historitas lebih tersusun rapi. Foto dan catatan disertai tanggal merupakan dua jenis dokumen yang bisa disimpan dengan mudah, khususnya dengan kehadiran gawai.

Kedua, seseorang perlu sadar tentang kecepatan waktu. Apa yang terjadi sekian tahun lalu sangat mungkin dirasakan terjadi beberapa hari lalu. Bahkan gambaran kejadian masih bisa dijelaskan dengan sangat detail. Dengan kesadaran ini semoga aktivitas-aktivitas baik disegerakan.

Ketiga, sebagai tindak lanjut pelajaran pertama dan kedua, sangat dianjurkan bagi setiap insan untuk merencanakan perjalanannya melintasi dua dimensi waktu: Dunia dan setelah dunia.

Perencanaan perjalanan ini mencakup aktivitas amal shaleh, keburukan dan kelemahan. Aktivitas amal shaleh perlu terus ditingkatkan. Sementara keburukan dan kelemahan diminimalkan.

Lebih jauh berkaitan dengan perencanaan perjalanan melintasi waktu, manusia terbagi dalam beberapa golongan.

Pertama, mereka tidak punya perencanaan sama sekali, entah tentang kehidupan di dunia atau setelah dunia, entah sifatnya kebendaan atau ruhani. Mereka golongan tanpa arah, tidak jelas.

Kedua, mereka punya perencanaan tentang segala sesuatu yang sifatnya kebendaan di dunia tapi abai dengan ruhani. Padahal sesuatu yang sifatnya ruhani merupakan modal agar baik di kehidupan setelah dunia. Mereka golongan yang bakal merugi.

Ketiga, mereka acuh tentang segala sesuatu bersifat kebendaan tapi berusaha fokus pada ruhani. Harapan mereka, kehidupan mereka setelah dunia dalam situasi baik. Dalam hal ini mereka ingin menerapkan kerahiban dalam Islam, sesuatu yang mungkin memiliki sisi kontroversial. Meskipun demikian golongan ini masih ditoleransi.

Keempat, mereka yang berusaha merencanakan segala hal yang bersifat kebendaan dan ruhani. Mereka memperhatikan kehidupan dunia dan setelah dunia. Karena seluruh kehidupan ini berada di satu garis waktu. Kebaikan di kehidupan sebelumnya akan berpengaruh di kehidupan berikutnya. 

Sebagai penutup, sebagaimana pesan banyak kalangan, waktu merupakan aset tak terbarukan. Apabila satu detik telah lewat, maka tidak akan pernah kembali. Waktu tidak pernah berjalan mundur.

Oleh karena itu pemahaman dan keterampilan pengelolaan waktu tidak boleh disepelekan. Agar waktu benar-benar diisi dengan kebaikan. Alhasil kapanpun dan dimanapun yang dirasakan hanya kebaikan.

Wallah a'lam.
Diberdayakan oleh Blogger.