Header Ads

Eksplorasi Makna 'Al-Akram' Sebagai Bekal Menjadi Pionir Kebaikan

"Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah." (Terjemah Q.S. Al-'Alaq: 3)

Dalam berbagai tafsir, "Maha Pemurah" dijelaskan sebagai Allah ta'ala pemilik kemurahan luas dan kedermawanan yang tiada lawan. Meskipun demikian, menilik arti awalnya dan dikuatkan oleh penjelasan dalam Tafsir Al-Wasith, penerjemahan yang lebih tepat adalah "paling pemurah". Maknanya, "Allah paling pemurah ketimbang siapapun yang memiliki sifat pemurah."


Dengan pemahaman yang terakhir, yakni Allah ta'ala paling pemurah ketimbang siapapun, ada beberapa pelajaran yang dapat dipetik. Pertama, Allah ta'ala Maha Pemurah yang sesungguhnya. Kedua, tidak ada yang mengalahkan Allah ta'ala dalam hal murah memberi. Ketiga, Allah ta'ala membekali makhluk dengan sifat pemurah. Keempat, Allah ta'ala mengapresiasi perilaku murah hati yang ditunjukkan oleh makhluknya. Kelima, jika Allah ta'ala mengapresiasi perilaku murah hati makhluk padahal itu juga pemberian-Nya, maka hendaklah sesama makhluk saling apresiasi terhadap kebaikan-kebaikan. Keenam, hendaklah manusia terinspirasi untuk berbuat baik. Ketujuh, hendaklah seluruh kebaikan disandarkan kepada Allah ta'ala.

Dengan tujuh pelajaran tersebut, semoga seorang manusia dibalut oleh semangat kebaikan yang menyala kuat. Ia berusaha memberi. Di sisi lain, ia menerima sekaligus mengapresiasi kebaikan dari pihak lain. Tak lupa ia mengaitkan seluruh kebaikan kepada Allah ta'ala, tak pernah lepas dari-Nya.

Dengan semangat sejenis ini, hidupnya tidak pernah diselimuti kelelahan. Saat mulai lelah terasa, ia segera mendekat kepada Allah ta'ala, memohon agar energi hidup dinyalakan lebih kuat. Demikian pula saat melihat pihak lain meredup semangatnya, ia memberikan semangat. Satu yang khas, semangat yang diberikan senantiasa dihubungkan kepada Allah ta'ala.

Inilah sosok pionir kebaikan. Ia menginspirasikan kebaikan kepada sebanyak mungkin manusia. Tak lupa ia mengajak dan mengorganisir berbagai pihak agar kebaikan semakin sinergis. Semoga kebaikan yang tercipta semakin berdampak.

Lebih jauh agar kebaikan-kebaikan yang tercipta senantiasa lestari, maka terus dilakukan penguatan kepada orang-orang yang telah terorganisir. Pembinaan ataupun pengaderan terus diupayakan. Semoga kebaikan berhasil melintasi zaman dan tempat.

Wallahu a'lam.

Diberdayakan oleh Blogger.