DPD Hidayatullah Kota Jogja Selenggarakan Workshop Transformasi Takmir Masjid di Era Digital
YOGYAKARTA— Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan workshop MASJIDPRENEUR: Workshop Transformasi Takmir Masjid di Era Digital, pada Selasa, 27 Oktober 2026, bertempat di Aula Gedung DPD RI. D.I Yogyakarta.
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari perwakilan takmir masjid se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Workshop ini menjadi ikhtiar bersama untuk mendorong masjid agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, kreatif dalam mengembangkan program, serta mampu mengoptimalkan potensi ekonomi dan sosial demi meningkatkan kesejahteraan umat.
Pemateri inti dalam workshop ini adalah Didik Arwinsyah, pakar SEO (Search Engine Optimization) Indonesia sekaligus konsultan sejumlah perusahaan dan universitas ternama di Indonesia. Melalui keahliannya di bidang optimasi mesin pencari dan pemasaran digital, peserta mendapatkan wawasan tentang pentingnya memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan informasi, publikasi program, dan pelayanan masjid kepada masyarakat.
Materi yang disampaikan diharapkan dapat membuka wawasan para takmir mengenai strategi mengembangkan masjid di era digital, mulai dari membangun kehadiran masjid di ruang digital, mengoptimalkan publikasi kegiatan, hingga memperkuat daya jangkau dakwah agar semakin mudah diakses oleh masyarakat luas.
Acara dibuka oleh Dr. Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., Anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sekaligus memberikan arahan kepada para peserta. Dalam arahannya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong pengelolaan masjid yang lebih profesional, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mulyanto, S.Pd., M.Psi., perwakilan DMI Wilayah DIY. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kemandirian umat.
Sementara itu, Ketua DPD Hidayatullah Kota Yogyakarta, Ustaz Ma’ruf Arifin, menyampaikan bahwa workshop MASJIDPRENEUR merupakan langkah awal untuk mendorong para pengurus masjid agar terus berkembang dan mampu memanfaatkan peluang di era digital.
Menurutnya, masjid tidak cukup hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga perlu hadir sebagai pusat solusi bagi persoalan umat. Dengan pengelolaan yang baik, program yang menarik, dan pemanfaatan digital marketing yang tepat, masjid diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah, meningkatkan partisipasi jamaah, serta mengembangkan potensi infak dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Workshop ini merupakan langkah awal bagi para pengurus masjid untuk berkembang di era digital. Insyaallah, ke depan akan ada tindak lanjut berupa pendampingan kepada masjid-masjid agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pengelolaan dan pengembangan masjid,” ungkap Ustaz Ma’ruf Arifin.
Melalui workshop ini, para peserta diharapkan memperoleh wawasan dan keterampilan praktis untuk mengembangkan program masjid, memperkuat strategi pemasaran digital, membangun komunikasi dengan jamaah, serta mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki.
Semangat yang diusung dalam MASJIDPRENEUR adalah menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga pusat kemajuan dan kemakmuran umat. Masjid yang dikelola secara profesional, didukung takmir yang kompeten, serta terbuka terhadap inovasi diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Semoga workshop MASJIDPRENEUR menjadi awal dari gerakan bersama untuk melahirkan masjid-masjid yang semakin makmur, mandiri, inovatif, dan berdaya dalam melayani umat.
Saatnya masjid maju, takmir berdaya, dan umat semakin sejahtera di era digital.
Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Kota Yogyakarta

Post a Comment