Kebaikan itu Hanya Ada pada Pemuda
Malik bin Dinar rahimahullah, sebagaimana ditulis dalam kitab Min Washaya As-Salaf Lisy Syabab, menyampaikan, "Kebaikan itu hanya ada pada pemuda."
Bukan berarti usia lain tidak baik. Akan tetapi di usia muda banyak potensi kebaikan yang bisa didorong sehingga jadi kebaikan nyata. Sang penulis kitab tersebut, Syeikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, menuliskan tiga potensi minimal di usia muda: Kekuatan fisik dan akal, luangnya waktu, serta terkumpulnya harta di tangan.
Ketiga potensi itu perlu didorong agar orang muda tumbuh jadi orang yang penuh kebaikan. Apa yang dilakukan hanya kebaikan. Ke depannya ia terus menguatkan kebaikan.
Sehubungan dengan itu semua, orang-orang tua perlu memberikan bantuan. Al-Qur'an surat An-Nur ayat 32 mengantarkan inspirasi tersebut, "Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kalian dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki serta hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."
Seorang sahabat bernama Abu Sa'id Al-Khudry radhiyallah 'anh menyambut kedatangan para pemuda dengan sambutan yang sangat hangat, "Selamat datang wahai kalian yang pernah diwasiatkan Rasulullah shallallah 'alaih wa sallam. Beliau mewasiatkan kami agar meluaskan majelis serta mengajarkan hadits kepada kalian. Kalian pengganti kami. Kalian adalah ahli hadits setelah kami."
Memang berat memfasilitasi para pemuda. Gejolak muda sering menimbulkan gesekan, baik antarmereka sendiri ataupun dengan orang yang lebih tua. Di sisi lain semoga ini jadi titian antargenerasi, sehingga Islam terus dijiwai. Tidak putus perjalanan Islam dari waktu ke waktu.
Semoga dengan semangat para orangtua, para pemuda juga semangat. Ada cinta ilahiyah yang kemudian tumbuh. Seterusnya ada doa yang dipanjatkan pada pemuda dengan tulus, diajarkan Al-Qur'an surat Al-Hasyr ayat 10, "Wahai Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami. Dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."
Wallah a'lam.
*)Terinspirasi oleh halaqah lintas DPC tadi bakda Maghrib, dimotori oleh DPC Buluspesantren. Seluruh audiens berusia muda.

Post a Comment