Header Ads

DPW Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan Gelar Monev Bi'ah Lughawiyah dan Upgrading Mu'allim Bahasa Arab


Yogyakarta – Departemen Kepesantrenan DPW Hidayatullah DIY–Jawa Tengah Bagian Selatan menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Bi'ah Lughawiyah serta Upgrading Mu'allim Bahasa Arab pada Ahad, 14 Juni 2026 di Kampus Madya Yayasan As-Sakinah Hidayatullah Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program pembentukan Bi'ah Lughawiyah yang sebelumnya diinisiasi oleh Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah sebagai upaya penguatan kualitas pembelajaran Bahasa Arab di lingkungan pesantren Hidayatullah.

Kegiatan diikuti oleh 16 peserta yang merupakan penanggung jawab program bahasa Arab, bagian kurikulum, bagian keasramaan, koordinator bahasa asrama, serta para mu'allim dan mu'allimah bahasa Arab dari berbagai pesantren di wilayah DIY–Jateng Bagian Selatan, yaitu:

- Pesantren Hidayatullah Yogyakarta (4 ustadz)

- Pesantren Hidayatullah Muntilan (4 ustadzah)

- Pesantren Hidayatullah Putri Berbah (2 ustadzah)

- Pesantren Hidayatullah Kebumen (3 ustadz)

- Pesantren Hidayatullah Putri Nurul Iman Karanganyar (2 ustadzah)

- Pondok Pesantren Menara Qur'an Hidayatullah Karanganyar (1 ustadz)

Kegiatan menghadirkan Ust. Muhammad Dinul Haq, Lc. (Anggota Tim Departemen Kepesantrenan DPP Hidayatullah dan Mudir Pendidikan Ulama Zuama) sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan meliputi evaluasi implementasi program Bi'ah Lughawiyah, penguatan peran mu'allim dalam pembentukan lingkungan bahasa Arab, strategi pembelajaran bahasa Arab komunikatif di pesantren, serta penyusunan rencana tindak lanjut program.

Dalam sambutannya, Ketua Departemen Kepesantrenan DPW Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan, Ust. Jundi Iskandar, Lc., menegaskan pentingnya menjadikan Bi'ah Lughawiyah sebagai identitas pesantren Hidayatullah.

"Bi'ah Lughawiyah harus menjadi ciri khas dan keunggulan utama Pesantren Hidayatullah dalam ikhtiar membangun peradaban Islam. Untuk itu, seluruh perangkat pendidikan dan pengasuhan harus bersinergi dan bermujahadah menghadirkannya secara nyata, hidup, dan berkelanjutan."

Beliau juga menekankan bahwa bahasa Arab memiliki posisi yang sangat strategis dalam tradisi keilmuan Islam.

"Sumber utama ilmu agama ini berbahasa Arab. Oleh karena itu, kegiatan pembentukan Bi'ah Lughawiyah di pesantren dan upgrading mu'allim bahasa Arab ini sangat penting karena akan menjadi kunci untuk masuk dan menyelami khazanah keilmuan Islam."

Sementara itu, dalam sesi upgrading, Ust. Muhammad Dinul Haq, Lc. mengingatkan bahwa bahasa Arab bukan sekadar mata pelajaran, melainkan jembatan untuk menghubungkan generasi Islam dengan warisan peradabannya.

"Sejak 15 abad, bahasa Arab menjadi inti jati diri Islam yang menghubungkan masa kini dengan masa lalu. Ia memuat warisan budaya dan sejarah umat terbaik."

Beliau juga menegaskan pentingnya Bi'ah Lughawiyah sebagai fondasi pembinaan generasi.

"Bi'ah Lughawiyah adalah fondasi penting bagi generasi baru untuk berinteraksi dengan warisan umat terbaik serta memperdalam pemahaman ilmu dan pengetahuan Islam."

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa lingkungan bahasa Arab yang hidup akan membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi umat.

"Terbangunnya lingkungan bahasa Arab secara kultural dan akademik membuka peluang luas untuk berkontribusi dalam membangun peradaban Islam."

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari yang diawali dengan registrasi peserta, pembukaan dan arahan, dilanjutkan sesi monitoring dan evaluasi program Bi'ah Lughawiyah, materi upgrading mu'allim bahasa Arab, Focus Group Discussion (FGD), penyusunan rencana tindak lanjut (RTL), presentasi hasil FGD, dan ditutup dengan penyampaian rekomendasi pengembangan program di masing-masing pesantren.

Pada sesi penutupan, Ust. Jundi Iskandar, Lc. kembali memberikan penguatan kepada seluruh peserta agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum percepatan pengembangan Bi'ah Lughawiyah di wilayah.

"Para sahabat belajar bahasa kedua untuk menjaga risalah. Kita belajar bahasa Arab untuk memahami, mengamalkan, dan melanjutkan risalah."

Beliau juga mendorong seluruh pesantren untuk berlomba-lomba menghadirkan lingkungan bahasa Arab yang unggul, baik yang telah ditetapkan sebagai pilot project maupun yang belum.

"Pesantren-pesantren yang menjadi pilot project Bi'ah Lughawiyah di wilayah ini harus menjadi contoh bagi pesantren yang lain. Namun yang belum mendapatkan SK pilot project juga tidak boleh kalah. Semuanya harus bertarung, berfastabiqul khairat menjadi pesantren yang unggul Bi'ah Lughawiyahnya."

Menutup arahannya, beliau berharap hasil monitoring, evaluasi, dan FGD yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti oleh masing-masing lembaga.

"Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini, dan apa yang dihasilkan dari FGD di dalamnya, seluruh pesantren di wilayah DIY–Jateng Bagian Selatan dapat menjadi model Bi'ah Lughawiyah dengan mengerahkan segenap mujahadahnya, sehingga mampu menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren di wilayah lainnya."


Melalui kegiatan ini, Departemen Kepesantrenan DPW Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antar pesantren dalam mengembangkan Bi'ah Lughawiyah sebagai ciri khas dan keunggulan pesantren Hidayatullah, sekaligus sebagai bagian dari ikhtiar membangun generasi yang unggul dalam ilmu, dakwah, dan peradaban Islam.

Diberdayakan oleh Blogger.