Header Ads

Menguatkan Keluarga dengan Ziarah Makam Leluhur


Salah satu aktivitas keluarga yang bisa dilakukan bersama adalah ziarah makam leluhur, terutama leluhur yang baru saja wafat. Boleh setahun sekali ziarah dilakukan, syukur lebih. Waktunya tidak dibatasi, kapan saja, meski momen spesial kadang dipilih seperti jelang Ramadhan.

Dalam perspektif agama, ziarah memungkinkan seseorang mengingat kematian. Semoga hati menjadi lembut, kemudian jiwa lebih bersih. Akhirnya keburukan-keburukan batin menghilang, semisal su'uzhan (buruk sangka). Hubungan antaranggota keluarga semakin akrab dan erat.

Dalam perspektif psikologi, ziarah berpeluang jadi momen untuk seseorang memperjelas harapan masa depan: Seperti apa gambaran dirinya di akhir kehidupan dunia ini? Bagaimana berperilaku ideal agar gambaran diri itu tercapai? Seberapa jauh jarak antara perilaku kini dengan ideal? Perlukah sebuah perubahan besar dilakukan agar perilaku ideal tercapai?

Sementara itu dalam perspektif sosiologis, semoga ziarah bisa mempererat hubungan antaranggota keluarga. Setiap anggota keluarga memahami dan menyadari bahwa mereka terikat dalam satu ikatan keluarga. Sehingga satu sama lain hendaklah saling memberi serta membantu, agar ikatan keluarga tersebut terus kuat. 

Dengan kuatnya ikatan keluarga semoga ruang-ruang di hati terisi penuh oleh cinta. Sehingga tidak ada perasaan sepi, sendiri, atau hampa. Sebaliknya terasakan dukungan untuk senantiasa sejahtera lahir dan batin.

Tentu, guna menggapai semua hikmah ziarah, narasi dibutuhkan. Penyampaiannya bisa sebelum atau setelah ziarah, dilakukan oleh orangtua atau orang yang dituakan. Nadanya lembut dan diksinya empatik.

Sejak usia balita, anak sudah butuh diantarkan beraktivitas ziarah. Target awalnya adalah mengerti ketertiban di makam. Target berikutnya mengikuti amaliyah di makam. Selanjutnya memahami serta menghayati makna amaliyah di makam. Sehingga motivasi ziarah senantiasa kuat dalam dirinya.

Ke depan seiring dengan semakin sempitnya lahan di beberapa daerah, pemakaman akan semakin sulit. Penimbunan tanah makam akan semakin sering. Dalam hal ini kiranya aktivitas ziarah leluhur butuh semakin digiatkan di keluarga.


Memahami Fiqih Ziarah

Salah satu bekal dalam aktivitas ziarah adalah fiqih ziarah. Aturan-aturan agamanya dipahami dan diikuti. Agar aqidah terjaga.

Orangtua atau orang yang dituakan diharapkan menyampaikan fiqih ziarah sebelum aktivitas ziarah dilaksanakan. Sehingga anggota keluarga semakin siap. Hafalan doa, jika diperlukan, sudah dilatihkan. Alternatif lainnya doa ditulis lalu dibaca saat tiba di makam.

Tata tertib di makam jangan dilupakan. Agar situasi tetap kondusif. Hikmah ziarah terasakan sepenuh khidmat.

Semoga ziarah menjadi media banyak kebaikan. Setiap anggota keluarga merasakannya, lahir dan batin.

Wallah a'lam.
Diberdayakan oleh Blogger.