Tekankan Pentingnya Rencana Strategis, Akhmad Yunus Mengajak Kader untuk Menyiapkan Generasi Qur'ani dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045
Ceess, suasana shalat Subuh di masjid Markazul Islam terasa sangat khusyuk dan syahdu. Kondisi masjid yang nyaman dan suara imam yang merdu semakin menambah kenikmatan dalam beribadah.
Selepas shalat Subuh, masjid yang berada di komplek Pesantren Hidayatullah Sleman ini dimakmurkan dengan kajian motivasi yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Yunus, M.Pd.I.
Kajian yang diselenggarakan pada Sabtu pagi, 18 April 2026, merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Syawalan dan Diskusi Geopolitik Kader Hidayatullah DIY - Jateng Bagian Selatan.
Abah Yai Yunus, panggilan akrab beliau, menguatkan spirit kader dengan tema "Ikhtiar Menyiapkan Generasi Qur'ani dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045".
Beliau memulai kajiannya dengan memotivasi pentingnya kesehatan bahkan beliau memimpin langsung dengan kegiatan fisik: menggerakkan kedua tangan, berjinjit dan push up.
"Ayo kita bayangkan tahun 2045 kita masih mendapatinya atau tidak? Siapakah yang mengisi tempat-tempat strategis di negara kita? Kita, anak-anak kita? Atau mereka yang tidak paham kebaikan?" tanya Abah Yai Yunus kepada peserta.
"Kita harus punya renstra (rencana strategi) pribadi. Gagal merencanakan, merencanakan kegagalan. Harus disiapkan dengan baik dan berprasangka baik kepada Allah," imbuhnya.
Kemudian beliau mengutip hadis qudsi, "Ana ‘inda zhanni abdi bih. (Sesungguhnya Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hambaKu)."
Agar bisa meraih kejayaan di masa gemilang, beliau mengajak seluruh peserta yang berjumlah lebih dari 120 orang kader untuk menyiapkan langkah-langkah yang kongkrit.
Mengambil ruh dari Q.S. An-Nisa: 9, beliau merumuskan bekal penting untuk sukses:
1. Bertaqwa kepada Allah
2. Berkata dengan perkataan yang baik
Abah Yunus yang merupakan anggota DMW (Dewan Murobbi Wilayah) juga menajamkan penyampaiannya dengan beberapa amalan seperti iman, shalat, dan zakat. "Kita sudah memiliki bekal taqwa dari bulan Ramadhan. Mari kita jaga dengan amalan-amalannya yaitu beriman kepada yang ghaib, menegakkan salat, membayar zakat, istighfar, do'a dan amalan lainnya," tegasnya.
Beliau juga menerangkan, jika amalan-amalan di atas dikerjakan dengan baik maka akan mengundang hadiah dari Allah, yaitu diberi solusi dari segala permaslahan dan diberi rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.
ÙˆَÙ…َÙ†ۡ ÙŠَّـتَّـقِ اللّٰÙ‡َ ÙŠَجۡعَÙ„ْ Ù„َّÙ‡ٗ Ù…َØ®ۡرَجًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. (At-Thalaq: 2)
ÙˆَّÙŠَرۡزُÙ‚ۡÙ‡ُ Ù…ِÙ†ۡ ØَÙŠۡØ«ُ Ù„َا ÙŠَØۡتَسِبُ
Memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. (At-Thalaq: 3)
Sungguh kajian pagi ini penuh nilai dan motivasi agar hidup kita tidak blesek (terperosok atau jatuh ke dalam tumpukan).

Post a Comment