Header Ads

Menetapkan Tujuan sebagai Awal Membangun Kualitas Hidup

Ada orang ingin kaya. Lalu ia bekerja keras. Ia pun belajar kepada para ahli. Rendah hatinya terasa sekali. Setiap kali bertemu dengan pendidik atau akademisi, ia ramah. Ia sadar bahwa dirinya kurang berpendidikan.



Ada orang ingin jadi pendidik. Ia rajin belajar. Ia pun melatih dirinya agar jadi pribadi yang sinkron dengan sosok seorang guru. Saat jadi guru, ia mendidik sebaik mungkin. Tentang harta, ia sadar bahwa menjadi guru bukan jalan terbaik untuk kaya. Yang penting hidupnya berkecukupan.

Ada orang ingin jadi abdi masyarakat. Ia menempa dirinya dengan belajar agar mampu menjadi abdi masyarakat yang efektif. Tiga keterampilan jadi fokus: Kepemimpinan, manajerial, dan komunikasi. Secara bertahap, ia juga menguatkan integritas agar tidak terjebak korupsi dan praktik buruk lainnya. Sebagaimana seorang guru, ia sadar bahwa menjadi abdi masyarakat bukan jalan terbaik untuk kaya. Yang penting hidupnya berkecukupan.

Ilustrasi ketiga sosok tersebut menggambarkan kesadaran terkait pentingnya tujuan hidup dan konsekuensinya. Seseorang yang ingin A perlu bersiap untuk tidak mendapatkan B, C, dan seterusnya. Begitu pula seseorang yang ingin B, perlu melepaskan keinginan terhadap C, D, dan selanjutnya. Jika Allah ta'ala memberikan bonus, maka itu merupakan keutamaan dari-Nya.

Dengan kesadaran akan tujuan hidup dan konsekuensinya, semoga pikiran tidak ruwet. Hidup dijalani sesuai kadarnya sembari bertahap mengembangkan diri. Sehingga hidup lebih baik hari demi hari.

Tentu tujuan hidup tidak berkisar hanya profesi atau kekayaan. Ilustrasi yang disampaikan itu ditujukan agar ada kemudahan dalam memahami pentingnya tujuan hidup. Tujuan hidup boleh apa saja, seluas mungkin. Asalkan, sebagaimana telah disampaikan, ada kesiapan terkait konsekuensinya.

Jangan sampai tujuan hidup tidak jelas. Kemudian semua nikmat duniawi ingin digenggam. Padahal tetap senantiasa ada batas dalam kehidupan setiap insan. 

Dengan demikian penting kiranya ada pemeriksaan terkait tujuan hidup, baik sifatnya umum atau khusus. Semoga kemudian jalur-jalur hidup dapat dirancang. Lalu setahap demi setahap, jalur-jalur itu dibangun dan dilewati dengan sukses.

Wallah a'lam.
Diberdayakan oleh Blogger.