Header Ads

Kolaborasi Sosial untuk Menyediakan Quality Time bagi Suami-Istri

Sejak Juli lalu Zohran Mamdani selaku Walikota New York merilis program Parents Night Out, ikhtiar agar orangtua dapat rehat sejenak dari aktivitas kepengasuhan dan sekaligus bisa membangun kembali keintiman bersama pasangan. Wujudnya berupa pembebasan biaya penitipan anak (daycare) selama 4 jam, dari pukul 16.00-20.00. 


Selama empat jam tersebut, anak-anak diberi aktivitas edukatif yang terawasi. Bermain, olahraga, dan sebagainya. Ohya, anak-anak yang dititipkan berusia 6-13 tahun.

Bagaimana dengan orangtua? Mereka disarankan untuk quality time, dari sekedar makan malam hingga aktivitas lain yang lebih menguatkan kemesraan. Harapannya setelah quality time tersebut, orangtua semakin harmonis bahkan memiliki visi rumah tangga yang lebih kokoh. Selanjutnya mereka kembali kepada anak-anak mereka dalam kondisi segar. Pengasuhan relatif kondusif.

Memang program ini belum berjalan tiap hari. Akan tetapi program ini memberikan stimulus yang cukup baik bagi warga kota New York untuk memperbaiki kualitas mental diri dan keluarganya. Apalagi kota New York dikenal sebagai mega metropolitan dengan berbagai kompleksitasnya.

Templar, dalam buku The Rules of Love, menyoroti satu kebiasaan pasangan setelah memiliki anak: Terlalu fokus ke anak sehingga cenderung mengabaikan pasangan.

Suami-istri, hari demi hari, hanya membincangkan anak. Sementara rasa di antara mereka dianggap tidak penting lagi. Akhirnya dingin menyelimuti keduanya.

Saat anak telah dewasa, suami-istri kebingungan. Anak yang biasanya jadi objek bincangan, kini bisa mengurus dirinya sendiri. Perbincangan tentang mereka tidak terlalu dibutuhkan lagi. Sedangkan membincangkan hubungan asmara keduanya, ah rasanya sudah relevan lagi.

Di sinilah quality time periodik pasangan bersifat urgen. Agar nyala asmara tidak meredup. Bahkan seiring waktu, geloranya semakin menguat.

Lebih jauh, dalam perspektif Islam, quality time pasangan sangat penting seiring dengan kebutuhan saling menasehati dan menjaga. Agar perjalanan keluarga senantiasa lurus sesuai tuntunan Allah ta'ala. Selamatlah hidup di dunia dan akhirat kelak.



Ta'awun dalam Menyediakan Quality Time Suami-Istri

Dalam konteks Indonesia, ta'awun (tolong-menolong, gotong royong) bisa dilakukan untuk menyediakan quality time suami-istri. Komunitas, baik berbasis lingkungan ataupun kelompok masyarakat, bergilir saling menjaga anak-anak. Pekan pertama, misalkan, diperuntukkan untuk pasangan A. Pekan berikutnya pasangan B. Demikian seterusnya.

Durasinya bisa bervariasi, sesuai kebutuhan. Akan tetapi bagus jika ada standar semisal sekian jam. Sehingga kebutuhan terhadap quality time terpenuhi.

Dengan demikian semoga kualitas keluarga terus meningkat. Pengaruhnya ke masyarakat bersifat positif. Kondusivitas hadir. Prestasi berpotensi untuk disemai.

Wallah a'lam.
Diberdayakan oleh Blogger.