Filosofi Bunga Kertas untuk Hidup Lebih Berkualitas
Bunga kertas punya keunikan tersendiri. Saat kemarau, warnanya terlihat lebih cerah dan menarik. Sebaliknya saat penghujan, warnanya terlihat lebih kusam, hampir tidak menarik hati.
Terpetiklah satu pelajaran, kekurangan tidak selalu berujung dengan kehancuran. Bahkan situasi seperti ini bisa menjadi awal untuk tumbuhnya kebaikan. Manfaatnya bukan hanya kepada diri sendiri, tapi juga orang lain.
Oleh karena itu bolehlah kekurangan digunakan sebagai motivasi. Mungkin sifatnya alamiah alias tidak bisa dihindari. Akan tetapi mungkin juga sifatnya rancangan, biasanya berwujud target yang perlu digapai.
Dalam hal ini ada dua area yang bisa dibangun dari filosofi bunga kertas tersebut: Tumbuh kembang anak serta pengembangan potensi orang dewasa.
Tentang tumbuh kembang anak dengan stimulus situasi serba kekurangan, teringatlah kisah Baginda Rasulullah shallallah 'alaih wa sallam. Sebagaimana sudah diketahui banyak orang, beliau lahir sebagai yatim. Kemudian selang beberapa tahun, sang ibu juga wafat. Beliau akhirnya menjadi yatim piatu.
Akan tetapi karunia Allah ta'ala mengiringi perjalanan hidup beliau. Wujudnya saat itu adalah pendampingan orang-orang tercinta. Sehingga kemudian beliau tumbuh dengan kekuatan akhlak dan kompetensi tiada tara.
Dikontekstualisasikan ke era kini, ada baiknya anak-anak tidak dimanjakan atau dibiarkan. Akan tetapi ada rancangan yang mendorong mereka untuk mengeluarkan daya. Sehingga terjadi peningkatan kapasitas diri.
Rancangan yang dimaksud perlu dipahami utuh. Tanpa bantuan orang dewasa tidak selalu berkonotasi baik. Di situasi tertentu, bantuan orang dewasa memang boleh diminimalisir. Akan tetapi tetap ada momen, anak-anak sangat butuh bantuan orang dewasa. Di momen tersebut, orang dewasa diharapkan peka dan suportif.
Berikutnya, mari membahas pengembangan potensi orang dewasa. Sebagaimana pada anak-anak, orang dewasa juga dapat ditingkatkan kapasitasnya melalui situasi sulit yang telah dirancang sebelumnya. Wujudnya berupa target dan jalan menggapai target.
Dalam hal ini, orang dewasa bisa diajak bicara tentang keuntungan yang bisa diperoleh saat target dapat dipenuhi. Semoga motivasi hadir. Memang sifatnya mungkin ekstrinsik dan relatif lemah. Akan tetapi motivasi ekstrinsik menjadi awalan lahirnya motivasi intrinsik.
Selain bincang tentang keuntungan dari tercapainya target, penyediaan sumber-sumber daya sangat penting. Ibarat orang berperang, ada senjatanya. Semoga target dicapai.
Berikutnya, yang tidak kalah penting, adalah pengetahuan tentang cara. Agar sumber daya yang ada bisa digunakan efektif dan efisien. Berbagai aktivitas terus dapat berjalan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan potensi insani.
Satu Area Lagi, Rumah Tangga
Sebagaimana bunga kertas, kekurangan dalam rumah tangga tidak selalu berakhir dengan kehancuran. Bahkan tidak jarang rumah tangga karam saat segala sesuatunya berlebih. Faktor manusia lebih mendominasi kisah lanjutan rumah tangga, bahagia atau tidaknya.
Kekurangan dan kelebihan di konteks ini, bukan hanya berkisar tentang ekonomi. Lebih jauh ada juga intensitas perjumpaan. Selalu bertemu munngkin baik. Sementara itu berpisah sejenak mungkin lebih baik, semisal untuk silaturahim atau berdakwah. Mencari nafkah yang mengharuskan berpisah sejenak, mulai saat ini, hendaklah disikapi lebih lapang dada.
Demikian kekurangan dalam hidup memberikan kontribusi bagi lahirnya kebaikan. Semoga setiap insan bersabar. Berikutnya dibangun energi untuk semakin kuat.
Wallah a'lam.

Post a Comment