Header Ads

Tiga Strategi Menjaga Stabilitas Ruhiyah Setelah Ramadhan

Nyaring terdengar ajakan dan harapan untuk menjaga stabilitas ruhiyah setelah Ramadhan. Agar penurunan kualitas munajat tidak terjadi, kuantitas ataupun kualitasnya. Nuansa takwa terus terpancarkan secara gamblang.

Akan tetapi perbincangan terkait strateginya belum cukup mendalam. Padahal strategi itu penting dalam mewujudkan sebuah harapan. Seibarat perjalanan, strategi memberikan rute untuk mencapai tujuan.

Tulisan ini diharapkan mampu berbagi strategi. Dibagi tiga berbasis jangkauan waktu, semoga rangkaian strategi berikut bisa diaplikasikan dengan mudah. Manfaatnya terasakan.


Strategi Jangka Pendek (dari Idul Fitri ke Idul Adha)

Tujuan atau output puasa Ramadhan, sebagaimana disampaikan Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183, adalah membangun takwa. Sementara dasar atau input ibadah kurban juga takwa (Q.S. Al-Hajj: 37). Hubungan ini tidak kebetulan. Seakan ada pertanyaan, "Masih tersisakah takwa yang didapatkan dari Ramadhan lalu? Jika iya, maka perlihatkan lewat kurban di Idul Adha sekarang ini."

Oleh karena itu menjaga takwa dalam jangka waktu 68-70 hari, antara Idul Fitri ke Idul Adha, sangat penting diperhatikan. Strategi utamanya melalui menjalankan perintah agama serta menjauhi larangannya, sebagaimana definisi takwa. Dosa-dosa yang selama ini masih melekat pada diri, hendaklah dikurangi perlahan. Di sisi lain kuatkan ketaatan dengan menambahkan kebaikan dalam aktivitas pasif semisal lebih banyak mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan shalawat ketimbang musik.

Strategi tambahannya adalah lebih banyak mempraktikkan sifat-sifat orang bertakwa: Berinfak, menahan marah, memaafkan, suka berbuat baik, dan mengurangi dosa-dosa. Praktiknya bisa perlahan atau sedikit demi sedikit, yang penting konsisten. Apabila gagal di satu momen, usahakan sukses di momen lainnya.


Strategi Jangka Menengah (dari Ujung Ramadhan ke Ujung Ramadhan Tahun Depan)

Al-Qur'an surat Ad-Dukhan ayat 2-6 menyampaikan Lailatul Qadar sebagai momen menurunkan takdir hamba selama setahun ke depan. Dalam hal ini kiranya seorang muslim menggambarkan harapan takdirnya ke depan. Selanjutnya ia berikhtiar dengan sungguh-sungguh.

Misalkan seorang insan ingin berumur lebih panjang, maka hendaklah memperbanyak silaturahim dalam setahun. Di sisi lain kualitas penjagaan fisiknya ditingkatkan. Kemudian saat i'tikaf di Ramadhan tahun depan, ia banyak berdoa untuk diperpanjang umur. Dengan seluruh ikhtiar tersebut, semoga ia mendapatkan karunia takdir sebagaimana diharapkan. Usianya panjang, badannya sehat, dan seluruh aktivitasnya bermanfaat.


Strategi Jangka Panjang (dari Ujung Ramadhan ke Ujung Kehidupan)

Harapan semua muslim adalah husnul khatimah. Sedangkan menggapainya diperlukan istiqamah. Kapanpun dan dimanapun kebaikan terus diikhtiarkan, sekecil apapun. Di sisi lain keburukan dihindarkan, sekecil apapun. 

Selain itu, kata dan doa baik hendaklah sering dilisankan. Tidak lupa pertemanan dijaga. Saling menasehati dan menjaga senantiasa hadir di obrolan antarteman. Hidup senantiasa diisi dengan kebaikan.


Wallah a'lam.

Diberdayakan oleh Blogger.